Sunday, 27 March 2016

Hilangnya Rasa Keadilan, Kemanusiaan dan Adab

Hilangnya Rasa Keadilan, Kemanusiaan dan Adab - Pancasila ialah ideologi dasar bagi negara Indonesia. Nama ini terdiri dari dua kata dari Sanskerta: panca berarti lima serta sila berarti prinsip alias asas. Pancasila ialah rumusan serta pedoman kehidupan berbangsa serta bernegara bagi seluruh rakyat Indonesia. Akan tetapi, hingga kini belum terkesan terperinci adanya upaya untuk mewujudkan sila-sila pancasila dengan cara sunguh-sungguh.

Tidak ada yang dengan sepenuh hati melaksanakan kelima sila ini dengan cara konkret. Jangankan melaksanakan dengan sungguh-sungguh, asa untuk membicarakannya saja terkesan telah tidak ada lagi. Hanya mentok dari bangku sekolah, kampus, serta arena diskusi mahasiswa yang akhirnya hanya menguap semacam asap kopi serta rokok mereka. Para mahasiswa yang dari jaman Orla-hingga jaman medio tahun 2000an sangat aktif turun jalan serta menyuarakan bunyi hati masyarakat kecil mulai terbungkam lisan mereka, padahal mereka memiliki label yang sangat mulia “Agent of Change”, mulai terdiam serta hanya menikmati label mereka sebagai mahasiswa.

Nasib si jelata pun mulai terlantar lantaran kelakuan mahasiswa kini serta para anak buah dewan terhormat yang mulai tidak peduli lagi. Usaha pelemahannya terjadi masif di beberapa daerah serta dilakukan oleh beberapa kelompok masyarakat, serta parahnya lagi tidak sedikit dilakukan oleh para pejabat pemerintahan yang mulia. Jangankan pelemahannya, perjuangan pengkhianatan sila-sila pancasila telah terjadi serta celakanya dilakukan oleh komplotan penguasa negara ini.

Sejarah telah menyatatnnya, tidak sedikit peristiwa-peristiwa pengkhianatan ideologi dasar negara Indonesia terjadi dilakukan oleh para pejabat pemerintahan. Kemanusiaan yang adil serta beradab yang tertera pada sila kedua pancasila telah terkikis makna serta tujuannya. Dalam sejarah bangsa Indonesia, rakyat Indonesia sempat dibantai oleh penguasa negeri ini sendiri, apabila meminjam perkataannya Pram, “Orde baru dibuat atas luka genosida yang memakan ratusan ribu bahkan hingga satu setengah juta penduduknya.”

Ini terperinci tidak sesuai dengan isi sila kedua pancasila, kualitas kemanusiaan, keadilan, serta keberadaban telah terkikis musnah. Bangsa Indonesia serta pancasila telah terkhianati, serta pengkhianatan ini tidak terjadi pada masa itu. Pengkianatan ini terjadi seiring tumbuhnya negara ini hingga berusia 71 tahun. Dari momen yang terjadi di masa orba yang dikenal dengan istilah Gestapu, kematian Mursinah, terbunuhnya aktivis HAM Munir, dibantainya petani di Mesuji, nenek nyolong coklat yang dipenjara, hingga momen driver Lamborghini yang nabrak penjual susu beserta pembelinya hanya dipenjara 5 bulan. Itulah sedikit momen yang melukai hati pancasila terutama sila kedua serta pastinya tetap tidak sedikit momen yang belum tertulis disini.

Oleh : Akhmad Yusuf A.

No comments:

Post a Comment