Memanfaatkan Teknologi Informasi dan Komunikasi di Wilayah Pesantren - bahwasanya pondok pesantren bagus dengan cara kelembagaan serta substansi pendidikannya sudah banyaknya alami transformasi.
transformasi tsb menyangkut sejumlah hal, yakni transformasi
kurikulum, transformasi kelembagaan, serta
transformasi fungsi untuk kalangan
internal serta ekstenal (umat serta
pemerintah). pd aspek kurikulum, transformasi
pd proses kurikulum pesantren
sangatlah nampak; kini kurikulum pesantren tak cuma berkutat pd ilmu keislaman dan berkutat pd kajian kitab kuning dan kitab-kitab klasik (turats), tapi sudah memasukkan ilmu, pengetahuan, teknologi, serta
seni (ipteks) modern (atau kontemporer). pd aspek
kelembagaan, pesantren juga sudah alami banyaknya perkembangan, yakni sejak kyai sentris mengarah pd
kolektivitas (atau banyaknya yg
berubah jadi yayasan). sedangkan pd
aspek fungsi, pesantren tak cuma jadi wadah pendidikan keislaman, tapi pun bermanfaat
yg lebih luas, yakni sbg pusat
ekonomi serta industri (misal ponpes berbasis agrobisnis dan agroekonomi dan mengelola kopontren),
pusat kesehatan masyarakat, dan partner pemerintah untk (sosialisasi) pembangunan masyarakat, khususnya
masyarakat pedesaan.diakui
perubahan pesantren ini dapat terus berlanjut terkait dgn transformasi sosial serta transformasi peraturan perundang-undangan. khusus, sesudah diundangkannya undang-undang (UU) sisdiknas no. 20 thn 2003, bahwasanya dengan cara kelembagaan, pesantren yg menyelenggarakan pendidikan madrasah, wajib mengikuti baku kurikulum dengan cara nasional sebagaimana ketetapan uu. ini artinya, pendidikan di pondok pesantren (madrasah) telah sama dan tak akan dibedakan dgn sekolah umum semacam sd, sltp, serta sma, sama-sama membuka jurusan ipa, ips, bahasa serta keterampilan, pd tingkat sekolah menengah .
pengembangan pesantren bukan perihal baru, serta dapat terus di lakukan bagus oleh internal pesantren maupun kerja sama dgn lembaga lainnya. dengan cara internal, pesantren telah mempunyai caranya sendiri, contohnya melewati saling ambil menantu dan ambil menantu sejak kalangan santri yg pandai. di sebelah itu, pesantren pun mempunyai prinsip menjaga serta ber-kembang yg sampai waktu ini masih tetap dijalankan. dgn demikian, untk berkembang, untuk pesantren bukan perihal baru.
mencermati perkembangan ilmu pengetahuan serta
teknologi pd era kini serta mendatang disertai dgn perkembangan
kebudayaan, sehingga pendidikan pesantren tak
musti mengesampingkan pendidikan teknologi informasi
(ti), khususnya dlm menumbuhkan
islamic technological-attitude (sikap berteknologi dengan cara
islami) serta technological-quotient (kecerdasan
berteknologi) sampai santri mempunyai
motivasi, inisiatif serta kreativitas untk
mengerti teknologi.
kemajuan TI di pesantren tak mungkin
terwujud tanpa ada sumberdaya manusia berkualitas.
ketersediaan TI serta pemanfaatannya di lembaga
pendidikan pesantren, sekalipun sederhana serta terbatas,
dapat meningkatkan pelajaran dlm perihal peningkatan efektifitas,
efisiensi, serta daya tarik pelajaran.
menyaksikan gejala tersebut,
puslitbang pendidikan agama serta keagamaan memandang butuh mengerjakan penelitian untk mengkaji lebih jauh perihal
pemanfaatan teknologi informasi (TI) di pondok pesantren, dgn
rumusan problem bagaimana pesantren responsible terhadap
penggunaan TI, bagus sejak bagian sdm, pemanfaatan serta bentuknya, dan akibat yg
dtimbulkannya



