berbagai masalah itu
menjadikan pendidikan seolah-olah terjerembab pd beragam persoalan yg tak
sempat henti. akibatnya, beberapa
pelaku pendidikan tak pernah
berpikir perihal peningkatan kualitas hasil pendidikan,
mengaitkan antara pendidikan dgn tuntutan kebutuhan nyata
ke depan, terlebih berpikir mencari langkah-langkah
strategis maupun bentuk-bentuk pendidikan yg lebih
berkualitas. malah yg mereka
pikirkan yaitu bagaimana mencari tambahan anggaran
pendidikan, seleksi masuk, pelaksanaan ujian akhir, wisuda beberapa
lulusan serta sejenisnya. dunia pendidikan jadi terasa ruwet, berkualitas rendah serta
rumit dicarikan pemecahannya.
sesungguhnya mencari jalan keluar sejak
persoalan pendidikan, tidaklah terlampau rumit.
bangsa ini telah kaya pengalaman penyelenggaraan
pendidikan. pondok pesantren yg dikelola oleh beberapa kyai, yg jumlahnya sedemikian banyaknya serta merata di tanah air ini yaitu adalah pengalaman berharga yg butuh ditengok. beberapa
pemuka agama ini dgn anggaran
murah, sederhana, terjangkau oleh siapapun dapat
melangsungkan pendidikan. hasilnya, banyaknya dilihat, tak segelintir tokoh di beragam
bidang serta di beragam level, sudah menduduki posisi-posisi penting kepemimpinan masyarakat.
salah satu saja sejak apa yg lakukan kyai yg rupanya
hasilnya baik yaitu pendekatan yg di lakukan dlm
mendidik beberapa santrinya.
kyai dlm mendidik beberapa
santri, selalu memposisikan diri layaknya orang tua
santri sendiri. mereka bertempat tinggal di lingkungan pesantren. tak sempat adanya
kyai yg membangun pesantren di luar lingkungan wadah tinggalnya. sehingga, disebut pesantren manakala di sana adanya kediaman kyai, masjid serta wadah tinggal beberapa
santri. struktur bangunan pesantren layaknya itu
menjadikan kyai amat dekat dgn beberapa santrinya. beberapa santri tak saja belajar sejak kitab-kitab yg jadi acuan pendidikan pesantren yg bersangkutan, melainkan pun belajar dengan cara segera sejak
kehidupan keluarga kyai. beberapa santri belajar
bagaimana kyai memposisikan dirinya di hadapan isteri serta
anak-anaknya, bagaimana kyai berteman di tengah
masyarakat, deskripsi perihal visi serta
cita-cita kyai, pandangan hidup serta hal-hal kehidupan
penting lainnya, seluruh itu dengan cara
segera dapat dipelajari oleh beberapa santrinya.
kyai dlm mengajar kepada beberapa santri di lakukan dengan cara segera serta
utuh, adalah dgn memberi
pengertian, pemahaman serta sekalian
praktek dlm kehidupan. jika contohnya
kyai mengajarkan perihal sholat berjamaah, sehingga tatkala dikumandangkan adzan, kyai langsung
menuju ke masjid untk memimpin sholat berjamaah. kyai
sambil menyaksikan apakah shof jamaah sudah
rapi, sekalian menyaksikan apakah beberapa santri sudah ikut seluruh dlm berjamaah. jika kyai
mengajarkan perihal zakat, sehingga
pengasuh pesantren tsb pun meluncurkan zakat sejak hasil usahanya serta membagikan kepada yg berhak. dgn praktek layaknya itu, kyai dengan cara segera memberi
penjelasan sekalian ketauladanan. begitu juga, apabila kyai mengajarkan perihal hikmah
sholat malam, sehingga kyai selalu membangunkan beberapa santrinya mengerjakan ibadah itu
bersama-sama. pendidikan di pesantren yg di
lakukan oleh beberapa kyai tak
sebatas melewati penjelasan lisan, melatih berdiskusi,
berdebat melainkan pun menjalankan apa yg
diajarkannya. kyai berpandangan jika santri sebatas di beri
penjelasan serta disarankan untk berdiskusi, sehingga beberapa
santri cuma dapat pandai berbicara serta berdiskusi. dlm kehidupan ini,
menurut pandangan kyai, pandai berbicara serta berdiskusi
itu penting, dapat tapi pembicaraan
itu musti ditindak-lanjuti dgn amal
dan perbuatan. agama islam yaitu
agama yg menganjurkan serta
menuntun umatnya supaya beramal sholeh, serta
bukanlah sebatas berbicara.
sekalipun dlm tingkat sederhana, dulu beberapa santri di pesantren pun dijari bertani di kebun kyai. di pesantren pun
dibangun koperasi, kemudian disebut koperasi pesantren adanya di mana-mana. lembaga ekonomi ini pengelolaannya
diserahkan kepada beberapa santri, sampai
santri mengenal bagaimana mengelola lembaga ekonomi. jika diundang memberi pengajian di tengah masyarakat, kyai selalu
mengikut-sertakan beberapa santri senior, mendampinginya.
lantaran itu, jika kami mengundang
kyai, sehingga musti bersiap-siap memperoleh beberapa tamu tambahan yakni beberapa sopir serta sekalian
santri yg menyertainya. seluruh yg di lakukan kyai itu tak
lepas sejak pendidikan yg
dikembangkannya. kedekatan kyai dgn beberapa
santri menjadikan kyai amat mengenali beberapa
santrinya. sekalipun tak di lakukan
ujian umum -di lingkungan pemerintah populer ujian
negara, beberapa kyai mengetahui mana santri yg cerdas serta maju, begitu pun sebaliknya, santri yg lambat serta selalu tertinggal. yg lebih menarik
lagi, kyai dlm mendidik santri tak merasakan mencukupi sebatas aktivitas dhahir, mengajar kitab serta
mempraktekkan, melainkan selalu melengkapinya dgn doa,
memohon kepada allah. melewati sholat malam, kyai
bermunajad, memohon supaya santrinya dikaruniai ilmu serta hidayah.
masih terkait dgn pendidikan
pesantren, saya sempat diundang menghadiri upacara haflah
akhirus sanah di sebuah pesantren desa. pd acara
serimonial itu, hadir semua wali santri serta
mengundang kyai sejak sejumlah
pesantren dan tokoh masyarakat lainnya.
dlm acara itu, tak hanya berisi dgn sambutan serta
pengajian umum, pun diadakan semacam pameran unjuk
kebolehan santri. beberapa santri yg
sudah dinyatakan lulus dipersilahkan naik ke panggung dengan cara bersama-sama. perihal yg amat menarik serta
berani, beberapa kyai undangan dipersilahkan mengajukan
pertanyaan kepada beberapa santri yg
sudah dinyatakan lulus, terkait dgn
isi kitab yg sudah dipelajari. sejumlah kyai mengajukan pertanyaan, serta
rupanya dijawab dengan cara mantap
oleh santri. tentu ketangkasan serta ketepatan jawaban
mengundang simpatik serta kekaguman semua
undangan. saat serta type pertanyaan ternyata tak
dibatasi. contoh ujian terbuka, bebas serta
berani ini cuma sempat saya temukan
di pesantren, serta belum sempat di
wadah lain, masuk di perguruan
tinggi.
pendidikan yg diselenggarakan oleh beberapa kyai mmg sederhana. kyai tak sempat mengait-ngaitkan antara
penyelenggaraan pendidikannya dgn besarnya biaya. kapan serta dgn
anggaran berapapun pendidikan, menurut kyai dapat dijalankan. adanya dana mencukupi pendidikan dapat dijalankan,
sebaliknya tak adanya dana juga pendidikan tak boleh stagnan.
pendidikan yg dijalankan oleh beberapa
kyai layaknya ini telah terjadi lama. hasilnya, tak segelintir tamatan pesantren berani hidup di tengah masyarakat serta bahkan juga sukses
mengerjakan peran-peran kepemimpinan strategis di beragam level. tak segelintir
tokoh nasional yg berlatar belakang pendidikan pesantren.
mereka yaitu hasil didikan beberapa
kyai. oleh lantaran itu, berbicara perihal
pendidikan di indonesia ini, rasanya tak lengkap jika masih tetap mengabaikan pendidikan yg
dijalankan oleh beberapa kyai. bahkan juga
tatkala bangsa ini sedang berpikir untk mengembangkan
pendidikan, sehingga harta benda seperti
konsep pendidikan pesantren, patut ditengok. cuma
sayangnya, lantaran arus modernisasi yg
begitu keras, tak segelintir kyai yg terpengaruh terhadap pendidikan modern serta
meninggalkan pendekatan lama. memang, tak adanya
salahnya mengikuti transformasi serta
kemajuan zaman, tapi semestinya tak
musti yg lama yg
masih tetap lebih bagus
ditinggalkan. uin malang sepanjang ini ikhtiar
menggali beragam pendekatan sejak
manapun asalnya, bagus sejak yg lama maupun yg baru sbg
upaya untk mencapai yg
terbaik serta sempurna.
Oleh : Imam Suprayogo
(dengan perubahan seperlunya)

No comments:
Post a Comment