Monday, 28 March 2016

Cara Seorang Kyai Mendidik Para Santri

Cara Seorang Kyai Mendidik Para Santri - akhir-akhir ini perdebatan perihal pendidikan sedemikian banyaknya di lakukan di tengah masyarakat. mereka mendiskusikan perihal butuh tidaknya ujian negara, anggaran pendidikan yg belum mencukupi, peminat termasuk perguruan tinggi swasta makin menurun, kualitas pendidikan rendah, sampai persoalan bagaimana mengembalikan ruh pendidikan yg dirasa makin lenyap. diskusi yang lain berbicara, pendidikan telah terseret jauh ke alam kapitalis. pendidikan yg seharus-nya dijalankan atas dasar kesadaran membangun manusia berkualitas di era depan, rupanya dlm praktek pendidikan diwarnai oleh kondisi transaksional, persis sama yg berlangsung di pasar. adalah kondisi jual beli, transaksi berlangsung manakala adanya kesepakatan harga.

berbagai masalah  itu menjadikan pendidikan seolah-olah terjerembab pd beragam persoalan yg tak sempat henti. akibatnya, beberapa pelaku pendidikan tak pernah berpikir perihal peningkatan kualitas hasil pendidikan, mengaitkan antara pendidikan dgn tuntutan kebutuhan nyata ke depan, terlebih berpikir mencari langkah-langkah strategis maupun bentuk-bentuk pendidikan yg lebih berkualitas. malah yg mereka pikirkan yaitu bagaimana mencari tambahan anggaran pendidikan, seleksi masuk, pelaksanaan ujian akhir, wisuda beberapa lulusan serta sejenisnya. dunia pendidikan jadi terasa ruwet, berkualitas rendah serta rumit dicarikan pemecahannya.

sesungguhnya mencari jalan keluar sejak persoalan pendidikan, tidaklah terlampau rumit. bangsa ini telah kaya pengalaman penyelenggaraan pendidikan. pondok pesantren yg dikelola oleh beberapa kyai, yg jumlahnya sedemikian banyaknya serta merata di tanah air ini yaitu adalah pengalaman berharga yg butuh ditengok. beberapa pemuka agama ini dgn anggaran murah, sederhana, terjangkau oleh siapapun dapat melangsungkan pendidikan. hasilnya, banyaknya dilihat, tak segelintir tokoh di beragam bidang serta di beragam level, sudah menduduki posisi-posisi penting kepemimpinan masyarakat. salah satu saja sejak apa yg lakukan kyai yg rupanya hasilnya baik yaitu pendekatan yg di lakukan dlm mendidik beberapa santrinya.

kyai dlm mendidik beberapa santri, selalu memposisikan diri layaknya orang tua santri sendiri. mereka bertempat tinggal di lingkungan pesantren. tak sempat adanya kyai yg membangun pesantren di luar lingkungan wadah tinggalnya. sehingga, disebut pesantren manakala di sana adanya kediaman kyai, masjid serta wadah tinggal beberapa santri. struktur bangunan pesantren layaknya itu menjadikan kyai amat dekat dgn beberapa santrinya. beberapa santri tak saja belajar sejak kitab-kitab yg jadi acuan pendidikan pesantren yg bersangkutan, melainkan pun belajar dengan cara segera sejak kehidupan keluarga kyai. beberapa santri belajar bagaimana kyai memposisikan dirinya di hadapan isteri serta anak-anaknya, bagaimana kyai berteman di tengah masyarakat, deskripsi perihal visi serta cita-cita kyai, pandangan hidup serta hal-hal kehidupan penting lainnya, seluruh itu dengan cara segera dapat dipelajari oleh beberapa santrinya.

kyai dlm mengajar kepada beberapa santri di lakukan dengan cara segera serta utuh, adalah dgn memberi pengertian, pemahaman serta sekalian praktek dlm kehidupan. jika contohnya kyai mengajarkan perihal sholat berjamaah, sehingga tatkala dikumandangkan adzan, kyai langsung menuju ke masjid untk memimpin sholat berjamaah. kyai sambil menyaksikan apakah shof jamaah sudah rapi, sekalian menyaksikan apakah beberapa santri sudah ikut seluruh dlm berjamaah. jika kyai mengajarkan perihal zakat, sehingga pengasuh pesantren tsb pun meluncurkan zakat sejak hasil usahanya serta membagikan kepada yg berhak. dgn praktek layaknya itu, kyai dengan cara segera memberi penjelasan sekalian ketauladanan. begitu juga, apabila kyai mengajarkan perihal hikmah sholat malam, sehingga kyai selalu membangunkan beberapa santrinya mengerjakan ibadah itu bersama-sama. pendidikan di pesantren yg di lakukan oleh beberapa kyai tak sebatas melewati penjelasan lisan, melatih berdiskusi, berdebat melainkan pun menjalankan apa yg diajarkannya. kyai berpandangan jika santri sebatas di beri penjelasan serta disarankan untk berdiskusi, sehingga beberapa santri cuma dapat pandai berbicara serta berdiskusi. dlm kehidupan ini, menurut pandangan kyai, pandai berbicara serta berdiskusi itu penting, dapat tapi pembicaraan itu musti ditindak-lanjuti dgn amal dan perbuatan. agama islam yaitu agama yg menganjurkan serta menuntun umatnya supaya beramal sholeh, serta bukanlah sebatas berbicara.

sekalipun dlm tingkat sederhana, dulu beberapa santri di pesantren pun dijari bertani di kebun kyai. di pesantren pun dibangun koperasi, kemudian disebut koperasi pesantren adanya di mana-mana. lembaga ekonomi ini pengelolaannya diserahkan kepada beberapa santri, sampai santri mengenal bagaimana mengelola lembaga ekonomi. jika diundang memberi pengajian di tengah masyarakat, kyai selalu mengikut-sertakan beberapa santri senior, mendampinginya. lantaran itu, jika kami mengundang kyai, sehingga musti bersiap-siap memperoleh beberapa tamu tambahan yakni beberapa sopir serta sekalian santri yg menyertainya. seluruh yg di lakukan kyai itu tak lepas sejak pendidikan yg dikembangkannya. kedekatan kyai dgn beberapa santri menjadikan kyai amat mengenali beberapa santrinya. sekalipun tak di lakukan ujian umum -di lingkungan pemerintah populer ujian negara, beberapa kyai mengetahui mana santri yg cerdas serta maju, begitu pun sebaliknya, santri yg lambat serta selalu tertinggal. yg lebih menarik lagi, kyai dlm mendidik santri tak merasakan mencukupi sebatas aktivitas dhahir, mengajar kitab serta mempraktekkan, melainkan selalu melengkapinya dgn doa, memohon kepada allah. melewati sholat malam, kyai bermunajad, memohon supaya santrinya dikaruniai ilmu serta hidayah.

masih terkait dgn pendidikan pesantren, saya sempat diundang menghadiri upacara haflah akhirus sanah di sebuah pesantren desa. pd acara serimonial itu, hadir semua wali santri serta mengundang kyai sejak sejumlah pesantren dan tokoh masyarakat lainnya. dlm acara itu, tak hanya berisi dgn sambutan serta pengajian umum, pun diadakan semacam pameran unjuk kebolehan santri. beberapa santri yg sudah dinyatakan lulus dipersilahkan naik ke panggung dengan cara bersama-sama. perihal yg amat menarik serta berani, beberapa kyai undangan dipersilahkan mengajukan pertanyaan kepada beberapa santri yg sudah dinyatakan lulus, terkait dgn isi kitab yg sudah dipelajari. sejumlah kyai mengajukan pertanyaan, serta rupanya dijawab dengan cara mantap oleh santri. tentu ketangkasan serta ketepatan jawaban mengundang simpatik serta kekaguman semua undangan. saat serta type pertanyaan ternyata tak dibatasi. contoh ujian terbuka, bebas serta berani ini cuma sempat saya temukan di pesantren, serta belum sempat di wadah lain, masuk di perguruan tinggi.

pendidikan yg diselenggarakan oleh beberapa kyai mmg sederhana. kyai tak sempat mengait-ngaitkan antara penyelenggaraan pendidikannya dgn besarnya biaya. kapan serta dgn anggaran berapapun pendidikan, menurut kyai dapat dijalankan. adanya dana mencukupi pendidikan dapat dijalankan, sebaliknya tak adanya dana juga pendidikan tak boleh stagnan. pendidikan yg dijalankan oleh beberapa kyai layaknya ini telah terjadi lama. hasilnya, tak segelintir tamatan pesantren berani hidup di tengah masyarakat serta bahkan juga sukses mengerjakan peran-peran kepemimpinan strategis di beragam level. tak segelintir tokoh nasional yg berlatar belakang pendidikan pesantren. mereka yaitu hasil didikan beberapa kyai. oleh lantaran itu, berbicara perihal pendidikan di indonesia ini, rasanya tak lengkap jika masih tetap mengabaikan pendidikan yg dijalankan oleh beberapa kyai. bahkan juga tatkala bangsa ini sedang berpikir untk mengembangkan pendidikan, sehingga harta benda seperti konsep pendidikan pesantren, patut ditengok. cuma sayangnya, lantaran arus modernisasi yg begitu keras, tak segelintir kyai yg terpengaruh terhadap pendidikan modern serta meninggalkan pendekatan lama. memang, tak adanya salahnya mengikuti transformasi serta kemajuan zaman, tapi semestinya tak musti yg lama yg masih tetap lebih bagus ditinggalkan. uin malang sepanjang ini ikhtiar menggali beragam pendekatan sejak manapun asalnya, bagus sejak yg lama maupun yg baru sbg upaya untk mencapai yg terbaik serta sempurna.

Oleh : Imam Suprayogo
(dengan perubahan seperlunya)

No comments:

Post a Comment