Wednesday, 23 March 2016

Cara Hidup Sehat untuk Mencegah Sakit

Cara Hidup Sehat untuk Mencegah Sakit - Jika Anda tidak ingin sakit, cegahlah dengan nasib sehat. Jika tidak ingin sakau, jadi jangan sentuh narkoba. Jika tidak ingin jatuh, jadi jangan bermain di kawasan tinggi. Semua contoh diatas merupakan bentuk pencegahan. Artinya, segala sesuatu yang sifatnya kurang baik itu sebetulnya mampu dicegah. Jika badan telah merasa meriang, tidak segera diantisipasi dengan istirahat yang cukup, membenahi pola makan, serta menjaga kebugaran, jadi penyakit tentu akan menghampiri.

Ya. apabila tidak ingin, jadi cegahlah. Contoh lain yang patut dicegah adalah, perilaku kekerasan. Saat ini tidak sedikit sekali motif yang melandasi perilaku kekerasan. Ada yang bermotif ekonomi. Hanya ingin memperoleh uang, alias memperoleh barang yang diinginkan, seseorang mampu sesuka hatinya memukul orang lain.

Bahkan merampok alias membunuh. Ada juga dilandasi sebab dendam alias cemburu. Karena pacarnya jalan barang dengan orang lain, si pasar mampu dipukuli alias bahkan dibunuh. Ada juga sebab hal keyakinan. Hanya kerena tidak sama keyakinan, ormas keagamaan mampu melakukan kekerasan. Nah..praktek yang satu ini, tetap tidak jarang kita jumpai. Bahkan, tidak susah untuk menemui perilaku seperti ini di Jakarta. Atas nama ibadah, mereka mampu menutup jalan semaunya. Akibatnya kemacetan parah tidak terbendung. Kalau yang ini tetap mampu ditoleransi.

Ada juga sebab tidak sama agama, pribadi di cap sebagai kafir. Dan kalau telah kafir, jadi wajib diperangi, dipukul, dihakimi alias tindakan tidak terpuji lainnya. Hal-hal seperti ini lah yang harusnya dicegah. Jangan sampai, hanya sebab masalah sepele, diantara kita saling mencaci. Al Quran mengajarkan supaya saling mengganggu antar sesama. Al Quran juga melarang tindakan keji.

Anjuran ini mampu dilihat dalam QS An Nahl ayat 90 disebutkan, “Sesungguhnya Allah menyuruh (kamu) berlaku 'adil serta berbuat kebajikan, memberi bantuan terhadap kerabat, serta Dia melarang (melakukan) tindakan keji, kemungkaran serta permusuhan. Dia memberi pengajaran kepadamu supaya kamu mampu mengambil pelajaran.” Nah...semoga yang mengaku muslim, serta tetap melakukan tindakan tidak terpuji, mampu pribadi sadar seusai menyimak ayat diatas. Ingat, agama justru mengusulkan kita saling mengetahui antar sesama? Dengan saling mengenal, kita tidak mementingkan perbedaan. Yang dipentingkan adalah, dengan mengetahui akan menjalin tali silaturahmi.

Dan menjalin tali silaturahmi itu juga dianjurkan oleh Rasulullah. Kembalilah ke Al Quran untuk melakukan pencegahan. Pahamilah Al Quran dengan cara utuh, jangan sepotong-potong. Jika tidak dengan cara utuh, berpotensi memunculkan kesalahpahaman. Jika telah salah memahami, yang ada merupakan merasa dia paling benar sendiri. Tidak mau mendengar masukan orang lain. Lihat saja kelompok ormas keagamaan. Di segi lain memakai atribut keagamaan, gemar melakukan takbir, tapi gemar juga memukul. Lihat saja para pelaku teror, suka mengaji tapi juga rajin merakit bom. Mari kita cegah perilaku tidak baik itu masuk ke pikiran kita. Berlakulah adil semenjak dalam pikiran.

Dengan memiliki pikiran yang adil, jadi perilakunya pun diinginkan juga akan adil. Kalau keadilan yang muncul, jadi kesejahteraan mampu dirasakan oleh semua orang. Seperti yang tertuang dalam nilai-nilai Pancasila. Jika kita sepakat ingin mencicipi keadilan bagi seluruh rakyat Indonesia, jadi cegahlah segala tindakan yang tidak adil. Cegahlah tindakan kekerasan atas nama apapun di kurang lebih kita. Jika tidak ingin, jadi cegahlah.

Oleh : Ratih Puspa

No comments:

Post a Comment