Saturday, 12 March 2016

Agar Tidak Tersesat, Lakukan Cara Berikut

Agar Tidak Tersesat, Lakukan Cara Berikut - Salah satu alat yang dapat mengangkat kita supaya tak tersesat adalah, kompas, serta GPS. Mungkin menyimak peta atau rambu-rambu jalan, juga akan menolong supaya kita tak salah memilih jalan. Jika tetap salah jalan, yang umum kita perbuat merupakan bertanya terhadap orang yang mengerti. Bisa saja orang lokal setempat, atau jikalau kita ingin nyaman, bertanya terhadap polisi. Selain upaya diatas, supaya kita tak tersesat di jalan merupakan dengan tutorial berdoa. Yakin supaya Tuhan mengajar kita selamat hingga tujuan.

Upaya diatas dapat kita lakukan, dikala kita ingin naik gunung, bepergian, atau mungkin dikala ingin mudik dengan memakai kendaraan pribadi. Berbicara tentang tersesat, dalam kehidupan sehari-sehari, hampir semua diantara kita sempat merasakannya. Iya kan? Tidak percaya? Galau, bingung, tak dapat memutuskan, salah mengambil keputusan, melakukan pelarian ke hal-hal negative, merupakan contoh tindakan yang tak jarang dilakukan dikala dalam keadaan ‘tersesat.’ Banyak hal yang dapat menyebabkan sesat menyesatkan ini.

Bisa sehingga sebab pengaruh pergaulan, atau dari pikiran kita sendiri yang telah salah atau sesat. Dalam nasib bermasyarakat, ada juga berbagai orang yang dianggap sesat dalam berkeyakinan. Mereka merupakan kelompok radikalisme keagamaan, yang cenderung melakukan aksi kekerasan. Di satu segi mereka memakai ayat Al Quran untuk berdakwah, disisi lain mereka memakai kekerasan untuk menuju jalan Allah. Jihad dengan teror bom, merupakan salah satu bentuk aksi sesat yang tak jarang mereka lakukan. Sebagai sesama manusia, seharusnya kita dapat meyakinkan mereka-mereka yang sedang tersesat ini. Sehingga kedamaian serta kerukunan di muka bumi ini akan tercipta. Lalu, apakah mungkin mengembalikan para pelaku terorisme ke jalan yang benar?

Selama ini mereka dikenal sebagai kalangan pandai, hanya saja pemahamannya saja yang melenceng. Memang, untuk menyadarkan mereka yang tersesat ini tak mudah. Program deradikalisasi yang selagi ini diusung, ada yang sukses tetapi ada juga yang tidak. Ada para terpidana teroris yang memilih ke jalan yang benar seusai bebas, tetapi ada juga yang kembali menebar teror seusai leluasa dari hukuman. Program deradikalisasi yang diusung oleh pemerintah selagi ini, diinginkan semakin mencari formula baru, supaya upaya penyadaran kembali pelaku terorisme di lembaga pemasyarakatan, dapat berlangsung efektif. Sehingga, para terpidana terorisme ini dapat nasib rukun, mengedepankan toleransi antar umat beragama, serta mengakui kedaulatan negara Indonesia.

 Sejauh ini, telah ada berbagai napi teroris yang kembali ke jalan yang benar. Mereka saat ini tak sedikit mendukung acara pemerintah, untuk melakukan deradikalisasi serta membuatkan pesan tenang di masyarakat. Dalam kehidupan berbangsa serta bernegara, Pancasila sebagai dasar negara, juga telah menunjukkan nilai-nilai luhur warisan adat bangsa, untuk dapat diterapkan dalam kehidupan sehari-hari. Jika kita dapat mengaplikasikan nilai-nilai luhur tersebut, tak hanya baik untuk diri kita sendiri, tapi juga untuk masyarakat serta bangsa kita. Karena semuanya dapat mencicipi keadilan serta kesejahteraan. Hal yang sama juga telah diberikan Al Quran, supaya para pemeluknya tak mencicipi kesesatan. Nah..sekarang tinggal kembali pada diri kita sendiri. Mau memilih jalan yang benar, atau memilih jalan yang sesat. Semuanya memiliki konsekwensi masing-masing. Sekali lagi, kembali ke jalan yang benar, wajib menjadi introspeksi buat kita semua. Sudahkah kita berada di jalan yang benar sesuai dengan perintah Tuhan? Jika belum, segeralah kembali serta jangan semakin menyesatkan diri Anda sendiri.

Oleh : Chitania Sari

No comments:

Post a Comment