Monday, 21 March 2016

Pendidkan Gratis : Gratis Murahnya atau Gratis Kualitasnya?

Pendidkan Gratis : Gratis Murahnya atau Gratis Kualitasnya? - Disadari alias tidak, pendidikan merupakan salah satu acara yang bernilai tinggi (High cost). Dari dulu sampai kini pendidikan merupakan sebuah yang dicanangkan untuk membangun generasi berdaya saing. Tak khayal pendidikan dijadikan sebagai modal untuk pembangunan sebuah bangsa. Esensi pendidikan yaitu untuk membangun generasi yang berkualitas?? Jelas ini menjadi sebuah pertanyaan besar, ensensi yang seharusnya berlangsung dijalurnya jauh terpental dari yang seharusnya.

Saya tidak akan berkata jauh mengenai pendidikan dengan cara umum, tapi lumayan berminat dengan implementasi pendidikan gratis yang digadang-gadang menjadi salah satu alternative pembangunan generasi berkualitas.

Mari berkata sedikit mengenai PENDIDIKAN GRATIS??

Berbicara persoalan ini ada segi positif serta negartif yang didapat. Positifnya yaitu social kemasyarakatan contohnya yaitu dengan memperlihatkan peluang terhadap setiap orang untuk mengenyam pendidikan yang terjangkau serta terjangkau. Oke saya rasa faktor ini mampu diterima !!

“Hanya menjual populeritas instiusi, mutunya diabaikan serta hanya mencetak lulusan yang tidak siap pakai, jadi seusai lulus tidak mampu mengaplikasikan kepandaian sesuai dengan ilmu pendidikannya”, ungkap ajinatha.

Saya pikir ini terbukti persoalan krusial dalam konsep pendidikan gratis yang dicanangkan kali ini sebab tidak di dukung dengan penyempurnaan konsep yang strategis. Di beberapa kawasan , terutama di desa-desa kecil pendidikan gratis tidak henti di jadikan sebagai konsep yang sangat strategis yang di angkat oleh calon- calon pemimpin untuk mendapatkan tidak sedikit dukungan dari masyarakat.

Implementasi pendidikan gratis juga tidak kalah miris dimana sekolah-sekolah di desa semacam bodoh serta jauh tertinggal dari sekolah-sekolah di kota. Baik berkata sarana serta prasarana terlebih lagi berkata persoalan mutu pendidikan yang dibangun. Mungkin kita tidak mampu membandingkan antara nilai yang akan di dapatkan pendidikan di desa serta di kota sebab terang anak-anak di kota mengeluarkan dana lebih sedangkan di desa jikalau pun ada tidak sebesar anak-anak dikota.

Sehingga faktor ini butuh di pertanyakan lagi mengenai konsep pendidikan Gratis yang ada, jikalau terbukti dari pendidikan gratis tidak memperlihatkan konstribusi dalam peningkatan nilai pendidikan. Mengapa faktor ini tidak coba di tinjau kembali? Karena bila di biarkan keadaan riil yang saya lihat di lapangan, anak-anak yang bersumber dari sekolah di desa, mereka cendrung minder serta merasa sangat jauh tertinggal.

Oleh sebab itu,kondisi di atas tidak boleh dibiarkan begitu saja sebab mampu membunuh semangat belajar serta partisipasi anak-anak untuk menjadi tahap dari peningkatan nilai serta daya saing semacam yang di inginkan. Kalau mampu memilih setiap orang tentunya pendidikan yang berkualitas !!

Terlepas dari faktor di atas,saya rasa konsep pendidikan gratis rupanya butuh mendapat perhatian lebih lanjut dari pemerintah supaya esensi pendidikan gratis mampu memperlihatkan konstribusi untuk peningkatan nilai generasi berikutnya.

Oleh : Rahmi Wati

No comments:

Post a Comment