Jalan untuk melepaskan diri dari belenggu kasus ialah dengan menata hidup.
Mau Menata Hidup, Harus Diawali dengan Menata Hati Terlebih Dulu
Banyak orang yang mau menata hidup,mengubah nasib menjadi lebih baik,namun tidak ingin menata hatinya. Maka semua usahanya tidak akan sukses dengan cara maksimal. Menata hati,berarti membuang semua beban beban yang menganjel dihati . Dalam kehidupan nyata, tidak ada jalan toll ,dimana yang dijalani ialah jalan lurus serta mulus.
Hidup itu penuh dengan lika liku,suka serta duka, bahagia serta susah.enak serta tidak enak. Kalau mau jujur serta kita wajib jujur pada diri sendiri, bahwa tidak seorangpun di dunia ini,yang hidupnya enak melulu. Yang bisa dilakukan ialah menampilkan wajah kepura puraan, seolah semuanya ok. Seakan seluruh nasib tanpa masalah. Bagaikan kisah dongeng Cinderella ,yang selesai dengan kalimat :” jadi mereka nasib berbahagia selagi lamanya”
Dari Mana Datangnya Masalah?
Dalam kalimat sederhana, persoalan itu muncul.ketika yang terjadi ,ternyata tidak sesuai semacam yang diharapkan.Semakin tinggi andalan ,semakin besar kemungkinan terciptanya suatu masalah. Dan suatu persoalan ialah ibarat penghalang bagi kita untuk melanjutkan perjalanan. Harus disingkirkan, dengan tutorial yang bijaksana serta santun.
Masalah bisa datang dari factor internal ,yakni berasal pada diri sendiri serta factor eksternal yang dipicu oleh beberapa kejadian diluar diri sendiri.
Faktor internal:
Kerja siang malam, tidak mengetahui lelah, nyatanya nasib tidak berubah juga
Segala upaya telah dilakukan,tapi tetap menghadapi jalan buntu
Pikiran kacau serta hati rutin bingung
Tidak menyukai pekerjaan,tapi apa boleh buat
Faktor Eksternal:
Sudah berusaha kerja keras serta jujur,masih ditegur atasan
Suami /istri tidak menghargai jerih payah
Selalu ada saja yang dikomplain
Anak anak minta ini serta itu
Teman kawan di kantor rutin sinis
Memikul Beban Batin Sebegitu Berat,
Mustahil Bisa Menata Hidup Secara phisik,kalau kita membawa beban 10 -20 kg, kita tetap bisa berjalan kalem serta bergerak cepat.Tapi jika dipundak kita dipikulkan barang seberat 50 kg. alias lebih,maka jalan kita mulai terseot seot . Makin lama makin perlahan ,hingga akhirnya tidak bisa bergerak lagi. Begitu juga batin kita, jika dibebani dengan begitu tidak sedikit persoalan hidup,baik yang berasal dari dalam diri sendiri,maupun dari luar,sudah tidak sanggup lagi dipikul,maka batin kita akan menderita.
Bila dibiarkan berjalan terus, jadi batin akan menjadi gersang serta mati.Akibatnya orang akan menjadi putus asa . Bila rasa keputusasaan telah menguasai diri,maka tidak akan ada orang yang sanggup menolong diri kita. Karena orang yang telah putus asa ialah orang yang telah tidak mempunyai keinginan untuk melanjutkan hidupnya lagi. Dan kita tidak bisa menolong orang yang teggelam, jika yang bersangkutan sendiri ingin tenggelam. Membersihkan Ruang Hati ,Membuka Jalan Menata Hidup Ibarat rumah yang kita beli dari akibat kerja keras bertahun tahun, bahkan mungkin juga belasan tahun, jadi sesibuk apapun diri kita, tentu akan menyempatkan diri,untuk menata serta merapikannya. Semua barang barang bekas yang tidak diperlukan lagi, tergolong Koran bekas serta apapun yang tidak bernilai, kita sapu serta dibuang kedalam tong sampah.
Setelah itu kita bisa menikmati suasana ruangan yang enjoy serta bersih. Karena jika dalam ruangan tetap berserakan beberapa macam barang barang yang tidak bernilai, kendati kita beli bunga dengan harga mahal serta menempatkannya dalam ruangan, tidaklah ada artinya. Untuk melakukan semuanya, butuh ada kesadaran diri, bahwa rumah yang dibeli dengan sulit payah serta bagi kita ialah sesuatu yang sangat bernilai, bukan untuk daerah onggokan sampah alias benda rongsokan lainnya. Melainkan untuk dinikmati bersama keluarga tercinta. Tanpa adanya kesadaran memiliki, jadi rumah ,tidak ubahnya bagai gudang . Semoga goresan pena ini ada manfaatnya,setidaknya bisa menjadi pandangan baru bagi tidak sedikit orang, untuk menghargai hidupnya sendiri.
Oleh : Tjiptadinata Effendi

Terima kasih sudah berkenan sharing tulisan saya disini.Semoga ada manfaatnya bagi orang banyak'
ReplyDeleteTerima kasih
Salam hangat
Tjiptadinata Effendi