Wednesday, 23 March 2016

Kekuatan dari Rasa Kasih dan Sayang

Kekuatan dari Rasa Kasih dan Sayang - Jika seseorang telah mempunyai rasa kasih sayang terhadap sesuatu jadi ia akan melakukan apa saja yang dapat diperbuat untuk menunjukkan rasa kecintaannya itu. Rasa kasih sayang alias cinta rutin melahirkan kesediaan untuk berkorban. Karena itulah jadi timbul sebutan bahwa cinta merupakan pengorbanan. Atas dasar pemahaman ini, para ceo di beberapa organisasi mengusulkan supaya semua yang dipimpinnya, rutin berusaha menumbuhkan kecintaan terhadap posisi serta tipe tugasnya di mana saja mereka ditempatkan.

Rasa kasih sayang dikatakan rutin mempunyai kekuatan dahsyad, jadi sanggup melahirkan pengorbanan serta bahkan pengorbanan kiranya susah dibantah oleh siapapun. Sebab bukti-bukti yang mendukungnya tak susah dicari. Seorang pria yang lagi jatuh cinta pada seorang wanita, serta juga sebaliknya, akan melakukan apa saja yang dapat diperbuat untuk mendekatinya. Pengorbanan apapun akan ia lakukan, untuk memperoleh apa yang dicintai itu. Seorang ayah alias bunda bersedia melakukan apa saja untuk memenuhi kebutuhan putra-putrinya, oleh karena rasa cintannya yang mendalam. Seorang guru, sekalipun tak memperoleh imbalan ekonomi yang cukup, bersedia bekerja dengan mencurahkan seluruh tenaganya, karena kecintaannya terhadap profesi sebagai guru. Cinta serta kasih sayang nyatanya mempunyai kekuatan penggerak yang menarik hebatnya.

Persoalannya merupakan bagaimana menumbuhkan rasa kasih sayang serta cinta dari setiap orang. Pekerjaan itu nyatanya tak mudah. Dan bahkan belum diketahui tutorial yang paling cocok untuk itu. Rasa kasih sayang tak dapat ditumbuhkan hanya dengan persuasi, ceramah, apalagi dipaksa. Pertumbuhan rasa kasih sayang alias cinta tak rutin mengikuti akal karena dampak yang pasti. Kadang kita temui seorang ganteng namun mempunyai pasangan yang tak lebih cantik, jadi antara keduanya kelihatan tak seimbang. Namun di antara mereka rupanya telah terjalin rasa kasih sayang serta cinta yang mendalam. Mungkin menurut si ganteng itu, wanita itulah yang disebut indah olehnya serta bukan yang indah menurut ukuran kita.

Untuk menumbuhkan rasa kasih sayang alias cinta ini ada pepatan jawa berkata "witing trisno jalaran songko kulino", kecintaan itu akan lahir dari kebiasaan. Jika kita menghendaki seseorang mencintai sesuatu jadi jalan yang paling cocok merupakan melewati pembiasaan. Seorang pria yang biasa berjumpa dengan seorang wanita, jadi interaksi itu akan menumbuhkan rasa cinta. Seorang yang dibiasakan bermain sebuah tipe olah raga, jadi akan mencitai tipe olah raga itu. Seorang yang rutin dekat dengan kendaraan beroda empat tertentu, ia akan mencitai kendaraan beroda empat itu. Mungkin pameo itu ada betulnya, namun apa rutin demikian. Ternyata dalam kehidupan sehari-hari fakta tak rutin membuktikannya. Betapa tak sedikit pria serta wanita yang telah berlama-lama berteman, saling bertempat tinggal di rumah bersebelahan, namun tokh juga tak saling mencintai. Seorang yang dilahirkan dari keluarga guru, nyatanya justru tak mencintai profesi guru. Rasa kasih sayang alias cinta tampaknya tak rutin dapat ditumbuhkan, melainkan diperoleh alias didapatkan alias diberikan oleh Sang Pemilik Nya.

Sifat Arrahman serta Arrahiem merupakan milik Allah. Kedua sifat Nya yang mulia ini dinyatakan dalam al Qur'an di kawasan yang sedemikian banyaknya, bertebaran dalam setiap surat pada al Qur'an. Rupanya Allah memperlihatkan sifat yang mulia ini terhadap makhluk yang dikehendaki Nya, tergolong terhadap insan serta juga binatang. Jika seseorang telah dikaruniai kasih sayang alias cinta terhadap sesuatu, jadi halangan dalam bentuk apapun akan ditaklukkan demi meraih cintanya itu. Karena sifat kasih sayang alias cinta hanyalah milik Allah swt., jadi yang dapat diusahakan merupakan memohon terhadap Nya, supaya kita dikarunia sifat yang mulia itu. Atas dasar keyakinan semacam ini, jadi Rasulullah saw mengajarkan pada umatnya rutin berdoa, supaya rutin dikaruniai rakhmat Nya, dekat pada Nya, serta sifat-sifat mulia yang dimiliki Nya.


Kasih sayang alias cinta atas karunia Allah yang melahirkan semangat pengorbanan itu tak sebatas dalam lingkup sederhana, semacam kasih antara laki-laki serta perempuan, dua tipe makhluk yang berbeda, namun kasih sayang alias cinta juga mempunyai arti yang luas serta berskala besar. Cinta terhadap tanah air, menjadikan seseorang warga negara bersedia mengorbankan apa saja yang ada padanya, untuk membelanya. Apalagi tatkala negara telah dalam kondisi terancam alias bahaya. Karena cintanya terhadap faham, kepercayaan alias agama yang dianut, seseorang berani mati membela faham yang direndahkan alias diremehkan oleh orang lain. Sehingga, tak jarang terjadi konflik serta bahkan peperangan yang dahsyat yang wajib mengorbankan harta benda serta bahkan nyawa untuk membela apa yang dicintainya. Karena itu kasih sayang serta cinta sanggup melahirkan kekuatan yang dahsyat. Terkait dengan pengembangan kampus, UIN Malang, jadi apabila semua warganya yakni para pimpinan, dosen, karyawan serta mahasiswanya memperoleh karunia berupa kecintaan terhadap institusi ini, jadi sekedar bercita-cita membesarkan kampus, tidaklah terlalu sulit. Persoalannya adalah, adakah kesediaan memohon terhadap Nya, supaya sifat-sifat mulia itu dikaruniakan terhadap seluruh warga kampus ini.

Oleh : Imam Suprayogo

No comments:

Post a Comment