Inspirasi Dalam Hidup, Ayah dan Guru - Ayahku guruku, ayahku merupakan lelaki terkuat di hidupku, ayahku segalanya, ayahku merupakan seorang guru matematika di salah satu lembaga Pendidikan Sekolah Menengah Pertama di salah satu Kecamatan Nangapanda Kabupaten Ende Kepulauan flores Provinsi NTT.
Ayahku terkenal dengan guru yang sangat tepat waktu, kejam, pemarah, tapi ayahku juga memiliki sisi kelembutan yaitu bijaksana, baik hati dan selalu menyayangi keluargganya. Aku merupakan salah satu dari anak perempuan di keluarggaku dan aku anak yang paling bungsu . Aku memiliki dua orang kakak cowok yang pintar, rajin, menghormati orang tua, dan mengikuti semua apa yang di perintah orang tua. Tidak kaya akau tidak pintar, tidak rajin, nakal, dan kerjaan ku cuman menangis bermain, menonton vilm dan malas belajar. Hari demi hari aku lalui dan tiba waktuhnya penerimaan rapot, ketika itu ayahku yang yang mengabilnya dan membuka, betapa kagetnya ayahku menonton kata tidak naik kelas pada rapotku.
Ayahku sangat marah bercampur malu dan keluar dari ruangan sambil mencariku. Aku senang menonton ayahku keluar dari ruangan dan langsung menghapiri ayahku, “ayah, aku nail kelas ngga”, ayahku menatapku dengan marah dan menjawab aku tidak naik kelas betapa kagenya aku, ketika itu aku masih kelas tiga sekolah dasar. Ayahku lansung memegang tanganku dan mengatakan, “kita pulang”. Karena kejadian itu ayahku berpikir keras bagaimana carahnya agar aku berubah dan bagaimana caraku mengikuti jejak kedua kakak ku, dan ayahku menemukan carahnya, setiap hari aku belajar disamping ayahku, ketika aku ditawarin bermain oleh teman ku selalu di larang ayah, aku pura-pura bobo siang agar tidak belajar lagi tapi ayahku mengetahuinya dan menghukumku dengan menunjukan daftar perkalian, ayahku menyuruhku untuk menghafalkannya.
Aku menolaknnya tapi ayahku langsung marah dan mengatakan ”kamu mau tahan kelas lagi” aku menggeleng kepala dan mengambil daftar perkalian lalu menghafalnya Aku menghafal perkalian disamping rumah sambil duduk dikursu kecilku yang berwernah merah dan memegang daftar perkalian, aku berusaha sebisa mungkin tidak mengecewakan ayahku. Hari-hari ku lalui hanyalah menghafal, setelah menghafal pasti ayahku akan mencoba hafalan ku, Alhamdulillah dan aku berhasil dari satu kali satu sampai satu kali lima. Sisa hafalan yang belum aku selesaikan, aku selesaikan ketika pulang sekolah, setiap hari sepulang sekolah, ayahku selalu menunnguku di ruang tamu.
Ketika aku sampai di depan pintu aku lansung mengatakan “ayah kamu dengar atau tidak dengar aku akan menghafal perkalian” dan aku pun memulainnya menghafalnya dan ketika selesai baru aku bias masuk ke dalam rumah dan memakan makanan. Ini merupakan strategi yang dilakukan ayahku dari kakak pertamaku sampai yang terakhir aku. Karena kerja keras selama ini ayah membimbingku, akhirya aku bias menjadi juara dikelas, Alhamdulillah bias juara 4.
Akhirnya belajarku tidak sia-sia, terimakasih ayahku gururku. Setelah aku tamat dari sekolah dasar, aku kira aku akan sekolah ditempat ayahku mengajar, tapi kenyataannya salah aku di daftarkan ke sekolah MTS Negeri Ende. Aku kecewa dengan ayahku, aku sangat kecewa.” Kenapa ayah menyuruhku sekolah di sana”? Aku tidak suka! Lalu ayahku menjawab “aku tidak menginginkan gara-gara kamu anakku, jadi guru-guru yang lain memberimu nilai yang bagus. Aku tidak suka nak”. Aku belum mengerti dengan jawaban ayahku, apa maksud dari perkataanya, dan ketika aku kelas 3 MTS, baru aku ketahui jawabanya. Dan jawabanya sangat menyakiti hatiku dan aku bias menerimahnya. Yaitu di dunia ini tidak sedikit kebohongan. Ini merupakan pengalaman hidupku yang sangat menyakitkan dan butuh tantangan.
Ayahku, guruku aku sayang ayah,
Oleh : Furkanawati Mbelo
furkanawatimbelo
Selengkapnya : http://www.kompasiana.com/furkanawatimbelo/ayahku-guruku-inspirasi-hidupku_56dc20ab60afbdb011a2131
Selengkapnya : http://www.kompasiana.com/furkanawatimbelo/ayahku-guruku-inspirasi-hidupku_56dc20ab60afbdb011a2131

No comments:
Post a Comment