Thursday, 24 March 2016

Gadget Memberi Kemudahan atau Malah Menyusahkan?

Gadget Memberi Kemudahan atau Malah Menyusahkan? - Di zaman digital hari ini yang semua keperluan serta kebutuhan hanya dilakukan dari genggaman tangan saja rasanya semakin mengkhawatirkan. Semuanya serba online, beli baju dengan online, beli tiket pesawat dengan online, pesan taksi atau pesan ojek , bahkan beli bumbu dapur makanan serta semuanya serba online. Lama lama pasar serta segala interaksinya akan hilang ? aduh bagaimana ya… sebetulnya setiap orang yang belanja serta pergi kepasar merupakan hakekatnya ingin berinteraksi sesama.

Mempererat persaudaraan nah kata persauadaraan inilah yang penting pertanyaan apakah dengan sistim serba digital serta on line persaudaraan bisa terjalin ..? hmmm Sampai-sampai ojek online serta taksi konvensional berdemo yang ujung-ujungnya saling hantam serta babak belur, lah yang salah itu siapa teknologi nya apa orangnya. Kalau teknologinya yang disalahkan tentu kita tidak bisa menolak karena  dari mulai bocah sampai kakek serta nenek sudah pintar mainkan tut di Handphone maupun smartphone.

Oke,  jadi siapa orang nya kah, iya kalau orangnya saya setuju sebab teknologi kan cipataan manusia jadi gimana manusianyasaja yang menggunakan nya. mau dibawa sebagai sarana utnuk kemudahan monggo untuk saran kesusahan juga monggo. Karena memang semenjak asertaya smartphone serta handphone angka perselingkuhan serta kriminal meningkat angka nya saya nggak tau persis. Tapi di balik itu pun kemudahan dalam melakukan sesuatu semakin sangat mudah semudah menyentuh tutnya.

Lalu jika demikian bagaimana kita memanfaatkan benda kecil dan  canggih tersebut. Tentu yang perlu dicermati merupakan untuk apa dulu kegunaannya, jika hanya untuk menelpon serta sms mungkin cukup saja kita pakai serta beli yang biasa-biasa aja. Tapi jika mengingin kan model aplikasi yang berbagai macam ya beli saja yang modl smartphone. Jadi jika sebaliknya pasti lah kita akan kedodoran jika yang dipakai hanya telpon serta sms tapi yang kita pakai merupakan yang smartpon waaah mubadzir. Bisa-bisa apa yang kita pakai lbih banyak mudharadnya dari pada manfaat nya. Kalau  sudah begini tentu malapetaka jadinya hal-hal yang tidak terpikirkan karena benda itu ada didepan mata kita menjadi bisa terlaksana. Pantaslah jika perselingkuhan serta kriminalisasi serta penipuan merajalela serta meningkat tajam. Karena dengan mudahnya bisa di link dari satu tangan serta itu bisa dilakukan siapa aja.

Jadi memang masyarakat kita belum siap menghadapi lonjakan teknologi digital yang serba canggih itu, kalau orang korea serta jepang yang membuat benda itu siang malam berpikir lalu pusing karena tidak ada waktu untuk istirahat serta menikmati jerih payah kemudian pelariannya ke kafe-kape sambil minum minuman keras untuk menghilangkan stres karena ditekan produksi. tapi masyarakat kita kan tinggal memakai saja.

Lalu dibuat jadi susah menyalahi orang seperti demo ojek online dengan taksi konvensional. Karena peristiwa  seperti itu baiknya kita manfaatkan benda yang nama smartphone, Handphone serta yang lain-lain namanya kita pakai untuk yang baik serta bermanfaat banyak. Untuk silahturahmi menanyakan kabar teman saudara mengorder ojek serta lain sebagainya yang belum bisa agar belajar membuat benda itu menghasilkan apakah buat diri pribadi atau buat orang banyak. Berguna ya tentu berguna, contoh nya ojek online itu taksi online itu biayanya murah serta kita tidak perlu repot-repot tawar menawar di jalanan, mereka langsung menjemput kita di depan pintu rumah.

Beli kebutuhan sehari-hari juga mudah sambil tiduran tidak pakai mandi dulu juga bisa. Perosalannya kemudian interaksi sesama manusia yang sebenarnya merupakan kebutuhan kita bermasyarakat menjadi hilang. Kehidupan menjadi sendiri – sendiri,  masing-masing asik dengan dunia nya dengan gadget nya itu. tidak kenal teman di sebelahnya bahkan mungkin yang jauh menjadi dekat yang dekat menjadi jauh. Sebagai makhluk sosial keperluan untuk saling tolong menolong serta berkomunikasi merupakan hal yang sangat mutlak karena dengan berinteraksi serta berkomunikasi maka kita bisa hidup. Komunikasi itu sendiri bisa berbagai macam cara disesuaikan dengan perkembangan kehidupan masyarakat itu sendiri. teknologi merupakan hanya sarana serta prasarana saja.

Oleh : Hayatdin

No comments:

Post a Comment