sebanyak 60 % di antaranya sampah plastik. "sampah plastik sekarang di banda aceh itu lebih banyak, bila dahulu lebih banyaknya yg organik dapat didaur ulang. tentu ini membuktikan bahwasanya makin tingginya produksi sampah plastik yg kami kelola," kata jalaluddin waktu ditemui di wadah kerjanya. meningkatnya sampah di banda aceh tak hanya makin banyaknya warga yg memanfaatkan plastik, adanya pun sebagian sejak sampah yg diproduksi di kabupaten aceh besar pun ikut dibuang di wadah pembuangan akhir (tpa) gampong jawa, banda aceh, padahal volume sampah di tpa tsb makin tinggi.
Plastik Berbayar dan Menggunakan Tas Belanja, Solusi Mengurangi Sampah Plastik - sedangkan ibu kota kabupaten aceh barat, meulaboh, diperkirakan sampah dihasilkan sekeliling 114 m3per hari. jika hal-hal layaknya ini dibiarkan terus-menerus tentu dapat amat merugikan dampaknya. belum lagi problem terbatasnya lahan yg tersedia untk menampung serta mengolah sampah, apalagi lagi di ibu kota.
dapat di ketahui jika tiap-tiap orang pastinya menghasilkan sampah, bahkan juga mengetahui akibat yg ditimbulknnya. tetapi kepedulian masyarakat terhadap sampah masih tetap amat rendah. berawal sejak kegelisahan menyaksikan lingkungan yg kurang terawat dgn sampah yg menumpuk. layaknya saya menyaksikan banyak sungai serta saluran air ataupun got yg seharus-nya bermanfaat sbg penampung air, tetapi beralih jadi penampung sampah yg umumnya yaitu sampah/limbah plastik. perihal inilah yg menimbulkan keprihatinan tersendiri untuk saya. bukanlah cuma banjir saja karena sejak pembuangan sampah di saluran air, problem yg lebih besar yaitu kontaminasi serta penurunan kualitas air.
air jadi rumit untk diolah kembali guna memenuhi kebutuhan masyarakat. sampah yg menumpuk di suatu wadah dlm saat yg lama, tentu dapat menimbulkan bau busuk yg menggangu kenyamanan warga. tak hanya itu pun akan jadi sumber penyakit, mencemari air tanah, menambah kesan jorok, merusak keindahan serta yg paling mengkhawatirkan berkontribusi terhadap pemanasan dunia. berdasarkan hasil pengamatan, tumpukan sampah di pusat kota, pusat-pusat keramaian, daerah pemukiman serta beberapa ruas jalan lainnya, didominasi oleh sampah kantong plastik, kemudian diikuti botol air mineral serta kertas-kertas bungkusan.
kondisi tumpukan sampah ini tampakknya dibiarkan begitu saja oleh warga setempat serta dinas terkait, padahal nyata-nyata sudah mencemari lingkungan layaknya sudah bikin saluran air di daerah tsb sudah tersumbat. serta sampah plastik adalah sampah yg paling rumit terurai dengan cara biologis sampai memerlukan penanganan lebih. oleh lantaran itulah, penemuan sbg solusi dan ide-ide baru untk menyelesaikan permasalahan sampah jadi amat penting di lakukan. salah satunya yg menarik pusat perhatian saya ataupun menarik pusat perhatian kami seluruh yaitu penerapan peraturan kantong plastik berbayar. saya sendiri amat antusias menyambut kebijakan kementerian lingkungan hidup serta kehutanan yg mencanangkan kantong plastik berbayar di beberapa retail layaknya supermarket serta minimarket. membuat saya kebijakan ini amat berguna untk mengurangi penggunaan sampah plastik yg rumit terurai serta bikin kami untk lebih “berdiet” terhadap kantong plastik.
saat ini sejumlah 23 pemerintah kota berkomitmen menerapkan kebijakan kantong plastik berbayar, guna mengurangi pencemaran lingkungan sejak sampah plastik. dua puluh tiga (23) kota tsb yakni jakarta, yogyakarta, bandung, bekasi, depok, bogor, tangerang, solo, semarang, surabaya, denpasar, palembang, balikpapan, banjarmasin, makassar, kendari, ambon, papua, jayapura, pekanbaru, medan, banda aceh serta meulaboh. kebijakan tsb sudah di uji mencoba pd 21 februari 2016 bersamaan dgn peringatan hari peduli sampah nasional hingga pd juni mendatang, sesuai waktu dikeluarkannya peraturan menteri lingkungan hidup serta kehutanan perihal kantong plastik berbayar. provinsi aceh, pemerintah kabupaten serta kota-nya pun telah mulai mensosialisasikan penerapan peraturan kantong plastik berbayar, tetapi masih tetap banyaknya kendala, lantaran konsumen belum sepenuhnya menerimanya. walaupun telah adanya supermarket yg memberlakukannya, tetapi masih tetap adanya konsumen yg menolak, walaupun harganya amat murah, yakni cuma rp.. 200 per kantong. beragam tips di lakukan pemerintah kabupaten serta kota supaya masyarakat mau menjalankan aturan tersebut, layaknya yg di lakukan oleh badan lingkungan hidup serta kebersihan pemerintah kabupaten aceh barat dgn membagikan 2000. kantong gratis (tas ramah linkungan/tas siklus ulang) kepada masyarakat yg berbelanja di swalayan.
kepala bidang kebersihan serta pertamanan pd badan lingkungan hidup serta kebersihan (blhk) aceh barat teuku ronal nehdiansyah mengatakan, upaya tsb sbg tindakan persuasif pemerintah sampai masyarakat tak adanya yg komplain. “peraturan perihal plastik berbayar telah siap, pra diterapkan dengan cara menyeluruh kami dapat lakukan uji publik. untk sementara ini mmg adanya swalayan indomaret telah menerapkan plastik berbayar lantaran mereka mengikuti ketentuan dengan cara nasional”, katanya. lantaran itu dlm pengajuan rancangan qanun (perda) yg dapat dibahas serta dibawa dlm uji publik melibatkan lsm, akademisi dan pihak-pihak terkait dapat diterima seluruh masukkan berkaitan dgn kisaran anggaran kantong plastik berbayar itu. meski demikian pemkab aceh barat sudah merumuskan qanun tsb tepat hasil survey awal dgn kisaran value terendah yakni rp. 200 per lembar, tetapi kalau dlm uji publik nanti adanya yg menolak sehingga langsung akan di lakukan revisi. “angka rp. 200 itu telah paling rendah, tetapi kalau adanya pun nanti yg menolak mungkin pun dapat direvisi tepat kesepakatan. bila untuk dunia usaha swalayan ini malah menguntungkan mereka, tak adanya yg menolak, katanya. teuku ronal mengharapkan dgn pembagian tas ramah lingkungan dengan cara gratis, sehingga masyarakat tak butuh terus menerus beli plastik, tetapi di gunakan dengan cara berulang supaya mengurangi sampah plastik.
tas ramah lingkungan tsb tentu tak mencukupi dibagikan dan menjangkau ke seluruh susunan masyarakat. untk itu saya sbg penulis serta sisi masyarakat yg pun kerja di instansi kebersihan (badan lingkungan hidup serta kebersihan aceh barat) hanya akan memberi saran kepada pemerintah, pelaku industri ritel, pasar swalayan serta masyarakat untk mengurangi penggunaan kantong plastik. untk pelaku industri ritel misalnya, boleh mengenakan anggaran untk permintaan kantong plastik serta kardus, apalagi jika permintaannya melebihi kebutuhan. tak hanya tas siklus ulang, penggunaan kantong plastik akan diganti dgn tissue paper bag/paper bag yg pun akan di gunakan sejumlah x membuat di tempat-tempat yang lain.
memang untk bikin paper tissue lebih mahal, hanya saya pikir dapat kan di-idekan untk tissue paper bag berbayar serta untk paper bag kami dapat kasih gratis. walaupun harga tissue paper bag tak murah, pemerintah diharapkan akan memberi subsidi kepada masyarakat. sampai harga membeli tas belanja tsb jadi murah. problem harga jual tissue paper bag juga musti rasional serta dapat termasuk ke uang saku masyarakat kami. lantaran kami pun musti melihat masyarakat menengah ke bawah, apakah mereka sanggup untk menambah uang tambahan demi beli tissue paper bag. saya pikir pemerintah akan memberi pun untk pembuatan paper tissue bag tersebut, serta yg paling penting seluruh kebijakan itu musti diwujudkan dengan cara nyata. di negara-negara dgn populasi penduduk yg besar layaknya india serta cina, penggunaan kantong plastik di beberapa toko swalayan telah mulai berkurang. masyarakat di sana telah mulai beralih memanfaatkan tas siklus ulang tiap-tiap pergi berbelanja ke pasar swalayan. mereka telah sangat-sangat menghilangkan plastik sejak peredaran supermarket.
akhirnya kami tak ketinggalan dgn negara-negara lainnya membuat lebih menyuarakan perihal “diet” kantong plastik (penghematan kantong plastik) serta kepedulian perihal bumi ini dengan cara nyata. mmg kelihatannya kecil, tetapi dampaknya sangat-sangat luar biasa jika kami tahu. semoga saja pemerintah bukanlah hanya meluncurkan kebijakan yg dicanangkan saja, tetapi musti sangat-sangat akan direalisasikan kepada masyarakat. sampai akibat sejak penggunaan kantong plastik yg berlebihan akan dikurangi.
yuk ah diet kantong plastik serta janganlah lupa bawa kantung belanjaan sendiri. sampai tanpa disadari kami seluruh dapat berkontribusi mengurangi masalah apbn/d untk angkutan sampah, mengurangi masalah bekerja pekerja kebersihan bahkan juga menyukseskan misi penyelamatan lingkungan untk era depan. (ikhwanul farissa)

No comments:
Post a Comment