Friday, 20 May 2016

Memanfaatkan Teknologi Informasi dan Komunikasi di Wilayah Pesantren

Memanfaatkan Teknologi Informasi dan Komunikasi di Wilayah Pesantren - bahwasanya pondok pesantren bagus dengan cara kelembagaan serta substansi pendidikannya sudah banyaknya alami transformasi. transformasi tsb menyangkut sejumlah hal, yakni transformasi kurikulum, transformasi kelembagaan, serta transformasi fungsi untuk kalangan internal serta ekstenal (umat serta pemerintah). pd aspek kurikulum, transformasi pd proses kurikulum pesantren sangatlah nampak; kini kurikulum pesantren tak cuma berkutat pd ilmu keislaman dan berkutat pd kajian kitab kuning dan kitab-kitab klasik (turats), tapi sudah memasukkan ilmu, pengetahuan, teknologi, serta seni (ipteks) modern (atau kontemporer). pd aspek kelembagaan, pesantren juga sudah alami banyaknya perkembangan, yakni sejak kyai sentris mengarah pd kolektivitas (atau banyaknya yg berubah jadi yayasan). sedangkan pd aspek fungsi, pesantren tak cuma jadi wadah pendidikan keislaman, tapi pun bermanfaat yg lebih luas, yakni sbg pusat ekonomi serta industri (misal ponpes berbasis agrobisnis dan agroekonomi dan mengelola kopontren), pusat kesehatan masyarakat, dan partner pemerintah untk (sosialisasi) pembangunan masyarakat, khususnya masyarakat pedesaan.
diakui

perubahan pesantren ini dapat terus berlanjut terkait dgn transformasi sosial serta transformasi peraturan perundang-undangan. khusus, sesudah diundangkannya undang-undang (UU) sisdiknas no. 20 thn 2003, bahwasanya dengan cara kelembagaan, pesantren yg menyelenggarakan pendidikan madrasah, wajib mengikuti baku kurikulum dengan cara nasional sebagaimana ketetapan uu. ini artinya, pendidikan di pondok pesantren (madrasah) telah sama dan tak akan dibedakan dgn sekolah umum semacam sd, sltp, serta sma, sama-sama membuka jurusan ipa, ips, bahasa serta keterampilan, pd tingkat sekolah menengah .

pengembangan pesantren bukan perihal baru, serta dapat terus di lakukan bagus oleh internal pesantren maupun kerja sama dgn lembaga lainnya. dengan cara internal, pesantren telah mempunyai caranya sendiri, contohnya melewati saling ambil menantu dan ambil menantu sejak kalangan santri yg pandai. di sebelah itu, pesantren pun mempunyai prinsip menjaga serta ber-kembang yg sampai waktu ini masih tetap dijalankan. dgn demikian, untk berkembang, untuk pesantren bukan perihal baru.
mencermati perkembangan ilmu pengetahuan serta teknologi pd era kini serta mendatang disertai dgn perkembangan kebudayaan, sehingga pendidikan pesantren tak musti mengesampingkan pendidikan teknologi informasi (ti), khususnya dlm menumbuhkan islamic technological-attitude (sikap berteknologi dengan cara islami) serta technological-quotient (kecerdasan berteknologi) sampai santri mempunyai motivasi, inisiatif serta kreativitas untk mengerti teknologi.


kemajuan TI di pesantren tak mungkin terwujud tanpa ada sumberdaya manusia berkualitas. ketersediaan TI serta pemanfaatannya di lembaga pendidikan pesantren, sekalipun sederhana serta terbatas, dapat meningkatkan pelajaran dlm perihal peningkatan efektifitas, efisiensi, serta daya tarik pelajaran. menyaksikan gejala tersebut, puslitbang pendidikan agama serta keagamaan memandang butuh mengerjakan penelitian untk mengkaji lebih jauh perihal pemanfaatan teknologi informasi (TI) di pondok pesantren, dgn rumusan problem bagaimana pesantren responsible terhadap penggunaan TI, bagus sejak bagian sdm, pemanfaatan serta bentuknya, dan akibat yg dtimbulkannya                               

No comments:

Post a Comment