Tuesday, 5 April 2016

Budaya Memberikan Pelayanan Paling Baik

Budaya Memberikan Pelayanan Paling Baik - saya tak tahu persis, kapan serta siapa yg mengajak beberapa dosen serta karyawan kampus uin malang, jika kedatangan tamu selalu ikhtiar melayaninya semaksimal mungkin. perilaku mulia ini ternyata telah jadi punya serta bahkan juga kharakter mereka. kami lihat, jika adanya tamu, beberapa sopir tanpa menantikan instruksi mereka menjemputnya, apa di bandara, ---jika tamu naik pesawat, dan di stasiun jika mereka datang dgn numpang kereta barah. tampak dgn jelas sekali, mereka dgn semangat ikhtiar memberi pelayanan terhadap tamu-tamu kampus sebaik-baiknya. mereka memperlihatkan kebanggaannya jika beberapa tamu yg datang ke kampus merasakan puas dgn pelayanan mereka.

tidak mau kalah dgn beberapa sopir, beberapa karyawan administrasi serta pun dosen bahkan juga tak ketinggalan beberapa kyai mahad sekalipun, mengerjakan perihal yg sama terhadap beberapa tamunya. beberapa dosen yg kebetulan tahu bahwasanya tamu yg hadir ingin menyaksikan pelaksanaan pengembangan bahasa arab intensif, mereka langsung mengantarkan beberapa tamu menuju ke kantor pkpba serta pun pkpbi, tergantung mana yg diinginkan. beberapa pengelola program khas perkuliahan bahasa, walau pun sedang aktif berikan kuliah, jika adanya tamu sehingga dapat dgn langsung meninggalkan tugasnya serta langsung memberi pelayanan tamu yg hadir.

kelihatan mereka dgn gembira, bersabar serta ikhlas mengantarkan tamu untk menyaksikan kondisi pembelajaran, memaparkan program yg dikembangkan serta bahkan juga hingga memperlihatkan sejak satu kelas ke kelas selanjutnya supaya tamunya puas dapat melihat apa saja yg ingin di ketahui. untuk mereka, melayani tamu lebih dipentingkan sejak menjalankan tugas rutinnya, mengajar
suasana hangat terhadap beberapa tamu pun dikembangkan oleh pimpinan di seluruh tingkatan, bagus pimpinan universitas, fakultas, jurusan, unit serta pun mereka yg terlibat mengelola administrasi. kepada beberapa tamu, mereka kompak selalu menyambutnya dgn bagus. memuliyakan tamu telah jadi pribadi beberapa warga kampus ini. saya tak begitu mengerti, siapa serta apa sebenarnya yg memotivasi serta membentuk perilaku ini. mmg hadis nabi mengajarkan bahwasanya sbg seorang beriman musti menghormati tamu. man kaana yuminu billahi wal yaumil akhir fal yuktrim dhoifahu. barang siapa yg beriman kepada allah serta hari akhir, sehingga muliyakanlah beberapa tamu. anjuran berbuat bagus sbg seorang yg menyandang keimanan, bukanlah saja dlm perihal menghormati tamu. islam menganjurkan selalu memperlihatkan perangani yg terpuji. dapat tapi tatkala mengimplementasikan anjuran menghormat beberapa tamu, terasa lebih diutamakan ketimbang anjuran terhadap lainnya

melihat kenyataan ini, saya sbg pimpinan kampus amat gembira serta bangga. tetapi yg selalu ingin saya ketahui, mengapa perilaku ini munculah dengan cara merata, dimiliki oleh seluruh warga kampus, tanpa kecuali beberapa mahasiswanya. bahkan juga jika kami jujur, beberapa mahasiswa yg menginginkan buka kantor 24 jam, tak lainnya dimotivasi oleh kemauan mereka melayani tamu yg datangnya tak terduga di tiap-tiap saat serta bahkan juga tengah malam. mereka ingin melayani beberapa kolega yg jadi tamu mereka sebaik-baiknya. cuma saja, lantaran argumen keamanan serta ketertiban kampus, kemauan mahasiswa tsb tak dikabulkan, serta jalan keluarnya jika mereka memperoleh tamu, sehingga ditampung di wadah yg dapat di gunakan untk istirahat beberapa tamu

mengamati serta merasa betapa indahnya perilaku tersebut, saya selaku pimpinan universitas membayangkan, adalah alangkah indahnya kampus ini jika semangat menggembirakan serta memuliakan beberapa tamu tsb pun ber-kembang jadi lebih lapang lagi. semangat menyenangkan orang, bukanlah sebatas terhadap tamu melainkan pun kepada warga kampus dengan cara total. alangkah indahnya jika masing-masing warga kampus sehari-hari baru merasakan berhasil serta sukses hidupnya pd hari itu, jika sudah berbuat bagus semaksimal mungkin terhadap siapa saja yg dijumpai di kampus ini. sehingga, tiap-tiap pulang sejak kantor hatinya merasakan gembira serta bahagia, bahwasanya hari itu sudah memperoleh berhasil besar, lantaran sudah sukses menggembirakan teman, sahabat, serta bahkan juga mahasiswa yg dijumpainya. saya membayangkan, sungguh elok kampus ini, jika beberapa penghuninya selalu saling ikhtiar menggembirakan serta bukanlah sebaliknya
sebagai bentuk usaha sekalipun dlm skala kecil, saya selaku pimpinan universitas selalu ikhtiar mengerjakan perihal yg menggembirakan itu. usaha-usaha menggembirakan itu misalnya, sejumlah dosen yg yg semestinya telah naik haji, tapi lantaran beragam argumen terpaksa kewajiban itu belum ditunaikan, sehingga saya usahakan supaya mereka langsung naik haji dgn beragam tips yg dapat saya di lakukan. mereka yg semestinya telah naik pangkat, langsung saya dorong untk naik pangkat. mereka yg masih tetap s1 dicarikan jalan keluar supaya langsung menempuh s2, serta begitu pula yg telah s2 didorong langsung menempuh s3. supaya mereka gampang mengerjakan tugas-tugas akademik, dengan cara bertahap dibelikan computer, laptop. tak hanya itu, sekalipun masih tetap definit serta belum merata, dengan cara bertahap beberapa dosen dikirim ke luar negeri untk studi banding, contohnya ke australia, malaysia, singapura, iran, saudi arabia serta lain-lain. usaha-usaha layaknya ini -----sekalipun berat, maksud saya yaitu supaya mereka gembira jadi sisi warga kampus. serta dgn modalkan kegembiraan itu pula, saya berharap supaya mereka sehari-hari pun ikhtiar setidak-tidaknya ikhtiar menggembirakan orang lain

ajaran islam mmg elok sekali, jika dijalankan dgn ikhlas serta sungguh-sungguh dapat mengantarkan pemeluknya jadi sehat, bagus fisik maupun rokhani. sbg pertanda sehat rokhani jika seseorang selalu bergembira serta bahagia jika menyaksikan orang lainnya bergembira, serta begitu pun sebaliknya. seseorang sedang alami gangguan kesehatan, jika ia sulit tatkala menyaksikan orang lainnya gembira. islam mengajarkan kami supaya banyaknya beramal kebajikan terhadap orang lain, ikhtiar memahami, menghargai, menyayangi serta bahkan juga pun saling menolong antar sesama. jika kondisi elok layaknya ini sukses diwujudkan dengan cara bersama-sama di kampus ini, sehingga perguruan tinggi islam ini sangat-sangat dapat jadi taman kehidupan yg sedemikian elok. tentu ini seluruh dapat terwujud, jika adanya kesediaan sejak seluruh pihak bertekat mewujudkannya dengan cara bersama-sama.

No comments:

Post a Comment